PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Monday, July 29, 2013

Konsep Kecemasan

DUNIA KEPERAWATAN | 10:54 PM | Be the first to comment!

KONSEP KECEMASAN


1.      Definisi Kecemasan
Kecemasan merupakan sinyal yang menyadarkan seseorang, akan adanya bahaya yang akan mengancam dan kemungkinan seseorang mengambil tindakan guna mengatasi ancaman tersebut. Secara subyektif, kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman, sehingga perasaan tersebut inginnya secepatnya secepat-cepatnya dihalau. Secara obyektif, kecemasan merupakan suatu pola psikobiologik yang mempunyai fungsi pemberitahuan (alarm) akan adanya bahaya, sehingga membutuhkan perencanaan tindakan yang efektif dalam bentuk usaha penyesuaian diri terhadap trauma psikik, psikis dan juga konflik (Ayub, Sani : OTC DIGEST, 2006)
Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subyektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa obyek yang spesifik. Kecemasan adalah respons emosi tanpa obyek yang spesifik yang secara subyektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya. (Suliswati, 2005).
Kecemasan  adalah suatu keadaan dimana individu/kelompok mengalami perasaan yang sulit (ketakutan) dan aktivitas sistem saraf otonom dalam berespon terhadap ketidakjelasan, ancaman tidak spesifik (Carpenito, 2000).
Kecemasan merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihan dari Susunan Saraf Autonomik (SSA) Kecemasan merupakan gejala yang umum tetapi non- spesifik yang sering merupakan satu fungsi emosi. Kecemasan  yang patologik biasanya merupakan kondisi yang melampaui batas normal terhadap satu ancaman yang sungguh-sungguh atau mal-adaptif. (Kaplan & Sadock, 1998).
Kecemasan adalah suatu keadaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan yang disertai dengan tanda somatic yang menyatakan terjadinya hiperaktivitas sistem saraf otonom. Kecemasan adalah gejala yang tidak spesifik yang sering ditemukan dan sering kali merupakan suatu emosi yang normal (Kusuma Wijaya, 1997).
Kecemasan dapat meningkatkan atau menurunkan kemampuan seseorang untuk memberikan perhatian (Perry & Potter, 2005). Kecemasan berbeda dengan rasa takut, karakteristik rasa takut adalah adanya obyek/sumber yang spesifik dan dapat diidentifikasikan serta dapat dijelaskan oleh individu. Rasa takut terbentuk dari proses kognitif yang melibatkan penilaian intelektual terhadap stimulus yang mengancam. Ketakutan disebabkan oleh hal yang bersifat fisik dan psikologis (Suliswati, 2005).
2.      Klasifikasi Tingkat Kecemasan
Kecemasan sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Menurut Peplau ( Suliswati, 2005) ada empat tingkat kecemasan yang dialami oleh individu yaitu :
1)   Kecemasan Ringan
  Dihubungkan dengan ketegangan yang dialami sehari-hari. Individu masih waspada serta lapang persepsinya meluas, menajamkan indra. Dapat memotifasi individu untuk belajar dan mampu memecahkan masalah secara efektif dan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas.
2)   Kecemasan Sedang
Individu terfokus hanya pada pikiran yang menjadi perhatiannya, terjadi penyempitan lapangan persepsi, masih dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang lain.
3)   Kecemasan Berat
Lapangan persepsi individu sangat sempit. Pusat perhatiannya pada detil yang kecil (spesifik) dan tidak dapat berfikir tentang hal-hal lain. Seluruh perilaku dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan dan perlu banyak perintah / arahan untuk terfokus pada area lain.
4)   Panik
Individu kehilangan kendali diri dan detil perhatian hilang. Karena hilangnya kontrol, maka tidak mampu melakukan apapun meskipun dengan perintah.Terjadi peningkatan aktivitas motorik, berkurangnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, penyimpagan persepsi dan hilangnya pikiran rasional, tidak mampu berfungsi secara efektif. Biasanya disertai dengan disorganisasi kepribadian.
3.      Rentang Respon Kecemasan.



  1. Respon Terhadap Kecemasan 
1)      Respon Fisiologis.
Tabel 2 . Respon Kecemasan
Sistem Tubuh
Respon
Kardiovaskuler

Palpitasi
Jantung berdebar
Tekanan darah meninggi
Rasa mau pingsan
Pingsan
Tekanan darah menurun
Denyut nadi menurun
Pernapasan

Napas cepat
Napas pendek
Tekanan pada dada
Napas dangkal
Pembengkakan pada tenggorok
Sensasi tercekik
Terengah-engah
Neuromuskuler

Reflek meningkat
Reflek kejutan
Mata berkedip-kedip
Insomnia
Tremor
Rigiditas
Gelisah
Wajah tegang
Kelemahan umum
Kaki goyah
Gerakan yang janggal
Gastrointestinal

Kehilangan nafsu makan
Menolak makanan
Rasa tidak nyaman pada abdomen
Mual
Rasa terbakar pada jantung
Diare
Traktus Urinarius
Tidak dapat menahan kencing
Sering berkemih
Kulit
Wajah kemerahan
Berkeringat setempat (telapak tangan)
Gatal
Rasa panas dan dingin pada kulit
Wajah pucat
Berkeringat seluruh tubuh
(Sumber : Stuart & sundeen,1998)
  
2)      Respon Psikologis
Kecemasan dapat mempengaruhi aspek interpersonal maupun personal. Kecemasan tinggi akan mempengaruhi koordinasi dan gerak reflek. Kesulitan mendengarkan akan mengganggu hubungan dengan orang lain. Kecemasan dapat membuat individu menarik diri dan menurunkan katerlibatan dengan orang lain. (Suliswati, 2005).
3)      Respon Kognitif
Kecemasan dapat mempengaruhi kemampuan berfikir baik proses pikir maupun isi pikir, diantaranya adalah tidak mampu memperhatikan, konsentrasi menurun, mudah lupa, menurunya lapangan persepsi, bingung. (Suliswati, 2005).
4)      Respon Afektif
Secara afektif klien akan mengekspresikan dalam bentuk kebingungan dan curiga terhadap kecemasan. (Suliswati, 2005).
  1. Faktor Predisposisi
1)      Teori Psikoanalitik
Dalam pandangan psikoanalitik kecemasan adalah konflik emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian yaitu id dan superego. Id mewakili dorongan insting dan impuls primitif seseorang, sedangkan superego mencerminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh norma-norma budaya seseorang, ego atau aku berfungsi menengahi tuntutan-tuntutan dari dua elemen yang bertentangan tersebut, dan fungsi kecemasan adalah mengingatkan ego tentang sesuatu bahaya yang perlu dihindari.
2)      Teori interpersonal
Menurut pandangan interpersonal kecemasan timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal. Kecemasan juga berhubungan dengan trauma pada masa pertumbuhan seperti perpisahan dan kehilangan menyebabkan seseorang tidak berdaya. Orang dengan harga diri rendah biasanya sangat mudah untuk mengalami kecemasan berat.
3)      Teori Perilaku
Menurut pandangan perilaku kecemasan merupakan produk frustasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pakar perilaku lain menganggap kecemasan sebagai suatu dorongan untuk belajar berdasarkan keinginan dari dalam untuk menghindari kepedihan. Pakar tentang pembelajaran meyakini bahwa individu yang terbiasa dalam kehidupan dirinya diharapkan pada ketakutan yang berlebihan lebih sering menunjukkan kecemasan pada kehidupan selanjutnya.
4)      Teori Keluarga
Kajian keluarga menunjukkan gangguan kecemasan merupakan hal yang biasa ditemui dalam suatu keluarga. Ada tumpang tindih antara gangguan kecemasan dan depresi.
5)      Teori Biologik
Kajian biologi menenjukkan bahwa otak mengandung reseptor khusus untuk biodiazepines. Reseptor ini mungkin membantu mengatur kecemasan. Penghambat asam amino Butirik Gamma Neuroregulator (GABA) juga mungkin memainkan peranan utama dalam mekanisme biologis berhubungan dengan kecemasan, sebagaimana halnya dengan endorphin. Selain itu, telah dibuktikan bahwa kesehatan umum seseorang mempunyai akibat nyata sebagai faktor predisposisi terhadap kecemasan. Kecemasan mungkin disertai dengan gangguan fisik dan selanjutnya menurunkan kapasitas seseorang untuk mengatasi stresor (Stuart &sundeen,1998).
  1. Menurut Carpenito (2000) faktor–faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah :
1)     Situasi (personal, lingkungan )
Berhubungan dengan nyata/merasa terganggu pada integritas biologis sekunder terhadap serangan, prosedur invasif dan penyakit. Adanya perubahan nyata/merasakan adanya perubahan lingkungan sekunder terhadap perawatan di Rumah Sakit.
2)     Maturasional
Tingkat maturasi individu akan mempengaruhi tingkat kecemasan. Pada bayi kecemasan lebih disebabkan karena perpisahan, lingkungan atau orang yang tidak dikenal dan perubahan hubungan dalam kelompok sebaya. Kecemasan pada remaja mayoritas disebabkan oleh perkembangan seksual. Pada dewasa berhubungan dengan ancaman konsep diri, sedangkan pada lansia kecemasan berhubungan dengan kehilangan fungsi.

3)     Tingkat Pendidikan
Bila dilihat dari tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin mudah dalam memperoleh penyesuaian diri terhadap stresor. Penyesuaian diri terhadap stresor tersebut erat kaitannya dengan pemahaman seseorang terhadap pemberian informasi yang tepat mengenai stressor. Individu yang berpendidikan tinggi akan mempunyai koping yang lebih baik dari pada yang berpendidikan rendah sehingga dapat mengeliminir kecemasan yang terjadi.
4)     Karakteristik Stimulus
·         Intensitas stresor
·         Lama stresor
·         Jumlah Stresor
5)     Karakteristik Individu
·         Makna stresor bagi individu
·         Sumber yang dapat dimanfaatkan dan respon koping
·         Status kesehatan individu.




DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinis Edisi 6. Jakarta : EGC.
Ibrahim,.Ayub Sani. 2006. Mengantisipasi Gangguan Cemas. Jakarta : OTC DIGEST Edisi 2 Tahun I.
Kaplan & Sadock. 1998. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Jakarta : Widya Medika
Kusuma, DR.Wijaya. 1997. Kedaruratan Psikiatrik dalam Praktek. Jakarta : ofessional Books.
Perry & Potter. 2005. Fundamental Keperawatan ; Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta :EGC
Stuart & Sundeen. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3. Jakarta ; EGC
Suliswati, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC.


Read more ...

Artikel Konsep Penyuluhan Kesehatan

DUNIA KEPERAWATAN | 3:15 AM | Be the first to comment!
KONSEP PEYULUHAN KESEHATAN


  1. Definisi Peyuluhan Kesehatan
Penyuluhan kesehatan menurut Azrul Azwar dalam Effendi (2000 : 232) adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara memberikan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak hanya sadar, tahu, dan mengerti tapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.
Menurut Departeman Kesehatan Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan, ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan secara perseorangan maupun secara kelompok (Effendi, 2000 : 233).
Penyuluhan kesehatan adalah suatu metoda implementasi yang digunakan untuk menyajikan prinsip, prosedur, dan teknik yang tepat tentang perawatan kesehatan untuk menginformasikan status kesehatan klien (Perry&Potter, 2005: 210).
Penyuluhan  kesehatan yang baik, selain terencana dengan baik, juga harus dapat dievaluasi dan dapat dilakukan oleh semua petugas kesehatan (baik medik maupun non/medik) sesuai dengan kompetensinya masing – masing. Penyuluhan kesehatan ditujukan pada seseorang atau kelompok, agar berperilaku sehat serta menerapkan cara hidup sehat, sebagai bagian dari cara hidupnya sehari-hari atas kesadarannya dan kemampuannya sendiri (Narendra, 2005 : 179).                     
Dari beberapa definisi yang dikemukakan diatas, pada kesimpulannya penyuluhan kesehatan merupakan proses perubahan perilaku secara terencana pada diri individu, kelompok, atau masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Dengan demikian penyuluhan kesehatan merupakan usaha/kegiatan untuk membantu individu, kelompok, dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan baik pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan untuk mencapai hidup sehat secara optimal (Suliha, 2002).

  1. Tujuan Peyuluhan Kesehatan
Jika dilihat dari pengertian diatas, tujuan dari pemberian pendidikan kesehatan adalah :
1)      Tercapainya perubahan-perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku kesehatan, serta  berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan yang optimal.
2)      Terbentuknya perilaku sehat pada individu sesuai dengan konsep hidup sehat baik secara fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
3)      Merubah perilaku perorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan (Nazrul Effendi, 2000 : 233).

  1. Metode Dalam Penyuluhan Kesehatan
1)      Metode Ceramah
Ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh seseorang pembicara didepan sekelompok pengunjung. Ceramah pada hakikatnya adalah proses transfer informasi dari pengajar kepada sasaran belajar. Dalam proses transfer informasi ada tiga elemen yang penting, yang pengajar, materi pengajar, dan sasaran belajar. (Suliha, 2002).
*      Penggunaan metode:
            Metode ceramah digunakan pada sifat sasaran berikut, sasaran belajar mempunyai perhatian yang selektif, sasaran belajar mempunyai lingkup pergantian yang terbatas, sasaran belajar memerlukan informasi yang kategoris atau sistematis, sasaran belajar perlu menyimpan informasi, sasaran belajar perlu menggunakan informasi yang diterima.
*      Keunggulan metode ceramah :
a.       Dapat digunakan pada orang dewasa
b.      Penggunaan waktu yang efisien
c.       Dapat dipakai pada kelompok yang besar
d.      Tidak terlalu banyak melipatkan alat bantu pengajaran
e.       Dapat dipakai untuk memberi pengantar pada pelajaran atau suatu kegiatan.
  
2)      Metode Diskusi Kelompok
Diskusi kelompok adalah percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan di antara tiga orang atau lebih tentang topik tertentu dengan seseorang pemimpin.
*      Penggunaan metode :
Metode diskusi kelompok digunakan bila sasaran pendidikan kesehatan, diharapkan:
a.       Dapat saling menguntungkan
b.      Dapat mengenal dan mengolah problem kesehatan yang dihadapi
c.       Mengharapkan suasana informal
d.      Diperoleh pendapat dari orang-orang yang tidak suka berbicara
e.       Agar problem kesehatan yang dihadapi lebih menarik untuk dibahas
*      Keunggulan metode kelompok :
a.       Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat
b.      Merupakan pendekatan yang demokratis, mendorong rasa kesatuan
c.       Dapat memperluas pandangan atau wawasan
d.      Membantu mengembangkan kepemimpinan

3)      Metode panel
Panel adalah pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang sebuah topik dan diperlukan tiga panelis atau lebih serta diperlukan seorang pemimpin. (Suliha, 2002).
*      Metode panel digunakan :
a.       Pada waktu mengemukakan pendapat yang berbeda tentang satu topik
b.      Jika tersedia panelis dan moderator yang memenuhi persyaratan
c.       Jika topik pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok
d.      Jika peserta tidak diharapkan memberi tanggapan secara verbal dalam diskusi.
*      Keunggulan metode panel :
a.       Dapat membangkitkan pemikiran
b.      Dapat mengemukakan pandangan yang berbeda-beda
c.       Mendorong untuk melakukan analisis
d.      Memberdayakan orang yang berpotensi

4)      Metode Forum Panel
Forum panel adalah panel yang didalamnya pengunjung berpartisipasi dalam diskusi. (Suliha, 2002).
*      Penggunaan forum panel :
a.       Jika ingin menggabungkan penyajian topik / materi dengan reaksi pengunjung
b.      Jika anggota kelompok diharapkan memberikan reaksi pada diskusi
c.       Jika tersedia waktu yang cukup
d.      Jika pengunjung mengajukan yang berbeda-beda
*      Keunggulan metode forum panel :
a.       Memungkinkan setiap anggota berpartisipasi
b.      Memungkinkan peserta menyatakan reaksinya
c.       Membuat peserta mendengar dengan penuh perhatian
d.      Memungkinkan tanggapan terhadap pendapat panelis

5)      Metode permainan Peran 
Permainan peran adalah pemeran sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisa oleh kelompok. (Suliha, 2002).
*      Metode permainan peran digunakan apabila :
a.          Peserta perlu mengetahui pandangan yang berlawanan
b.         Peserta mempunyai kemampuan untuk melakukan metode tersebut
c.          Pada waktu membantu peserta memahami suatu masalah
d.         Jika akan mengubah sikap, pengaruh emosi dapat membantu dalam penyajian masalah.
*      Keunggulan metode permainan peran :
a.          Segera dapat perhatian
b.         Dapat dipakai pada kelompok besar dan kecil
c.          Membantu anggota untuk menganalisa situasi
d.         Menambah rasa percaya diri peserta
e.          Membantu anggota menyelami masalah
f.          Membantu anggota mendapat pengalaman yang ada pikiran orang lain
g.         Membangkitkan semangat untuk pemecahan masalah.

6)      Metode symposium
Symposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Pidato-pidato tersebut mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari topik tertentu. (Suliha, 2002).
*      Metode symposium digunakan :
a.       Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari topik tertentu
b.      Pada kelompok besar
c.       Kelompok itu membutuhkan keterangan ringkas
d.      Jika tidak memerlukan reaksi pengunjung
e.       Ketika pokok pembicaraan sudah ditentukan
*       Keunggulan metode simposium adalah :
a.       Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil
b.      Dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu singkat
c.       Menyoroti hasil
d.      Pergantian pembicara menambah variasi dan menjadikan lebih menarik
e.       Dapat direncakan jauh-jauh hari.

7)      Metode demonstrasi
                  Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menyajikan suara prosedur atau tugas, cara menggunakan alat, dan cara berinteraksi. Demonstrasi dapat dilakukan secara langsung atau menggunakan media, seperti radio dan film. (Suliha, 2002).
*      Metode demonstrasi digunakan :
a.       Jika memerlukan contoh prosedur atau tugas dengan benar
b.      Apabila tersedia alat-alat peraga
c.       Bila tersedia tenaga pengajar yang terampil
d.      Membandingkan sesuatu cara dengan cara yang lain
e.       Untuk mengetahui serta melihat kebenaran sesuatu, bila berhubungan dengan mengatur sesuatu, dan proses mengerjakan atau menggunakan sesuatu.
*      Keunggulan metode demonstrasi adalah :
a.       Dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret.
b.      Dapat menghindari verbalisme
c.       Lebih mudah memahami sesuatu
d.      Lebih menarik
e.       Peserta didik dirangsang untuk mengamati
f.       Menyesuaikan teori dengan kenyataan dan dapt melakukan sendiri (rekomendasi)

  1. Macam-macam alat peraga dalam peyuluhan kesehatan
1)      Papan pengumuman
Papan yang berukuran biasa yang dapat ditempelkan untuk menempelkan informasi kesehatan. Papan pengumaman dapat menempelkan gambar-gambar yang mengandung informasi kesehatan, tulisan-tulisan tentang prosedur pelayanan kesehatan dan sebagainya. (Effendi, 2000).
*         Kenggulan :
a.       Dapat dibuat sendiri sesuai dengan keinginan
b.      Dapat merangsang pengunjung untuk membacanya bila pemasangan tepat
c.       Menghemat waktu dan dapat mengarahkan pembaca untuk membaca informasi yang disajikan sesuai dengan urutan
d.      Dapat mengajak pembaca untuk mengetahui sesuatu program kesehatan atau informasi yang dianggap perlu
e.       Sebagai salah satu cara untuk mengingat kembali tentang sesuatu yang telah di informasikan.
2)      Poster
Poster adalah pesan yang singkat dalam bentuk gambar, dengan tujuan untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok agar tertarik pada obyek materi yang di informasikan. (Effendi, 2000).
*      Keunggulan :
a.       Poster sebaiknya ditempelkan diruang tunggu puskesmas atau ruang pemerikasaan secara menarik
b.      Dapat digunakan untuk alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan.
c.       Dapat digunakan untuk bahan diskusi kelompok dalam suatu kesempatan tertentu.

3)      Leaflet
Leaflet adalah selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang suatu masalah khususunya untuk suatu tujuan tertentu. (Effendi, 2000).
*      Keunggulan :
a.       Dapat disimpan lama, bila lupa dapat dibuka
b.      Dapat diakai sebagai bahan rujukan
c.       Jangkauan jauh dan dapat membantu jangkauan media lain
d.      Jika perlu dapat dicetak ulang.
e.       Dapat dipakai sebagai bahan diskusi untuk kesempatan berbeda.
*      Bentuk Leaflet :
1.      Tulisan terdiri dari 200-400 huruf dengan tulisan cetak biasanya diselingi dengan gambar
2.      Harus dapat dibaca sekali pandang
3.      Ukuran biasanya 20 X 30 cm
4)      Flash  card
Flash card adalah beberapa kertas/kartu yang berisi suatu masalah atau program tertentu. Biasanya tulisan terletak dibalik gambar yang ada pada gambar depan. (Effendi, 2000).
*      Keunggulan :
a.       Dapat dibawa kemana-mana
b.      Dapat digunakan untuk bahan pendidikan kesehatan
c.       Dapat membantu penyuluh yang kurang mampu bicara ada materi/ tulisan yang ada dihalaman belakang.
5)      Flip chart

Flip chart adalah beberapa cart yang telah disusun berurutan dan berisi tulisan dengan gambar-gambar yang telah disatukan dengan ikatan atau ring spiral pada bagian pinggir sisi atas.Biasanya jumlah chart lebih dari 12 lembar, berukuran poster lebih besar atau lebih kecil. Dan biasanya memakai kertas tebal (Effendi, 2000).


DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Drs.Nasrul. 2000. Dasar-Dasar keperawatan Kesehatan Masyarakat. Edisi 2.Jakarta : EGC.
Perry & Potter. 2005. Fundamental Keperawatan ; Konsep, Proses, dan Praktik.Jakarta :EGC
Narendra, B Moersintowarti. 2005. Buku Ajar II Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Edisi pertama. Jakarta : CV.SAGUNG SETO.
Suliha, Uha. 2002. Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Jakarta : EGC.

Read more ...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search