PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Wednesday, November 27, 2013

Patofisiologi Gastroenteritis

Kapevi Hatake | 3:35 PM | Be the first to comment!
PATOFISIOLOGI GASTROENTERITIS



Read more ...

Tuesday, November 26, 2013

Standard Operasional Procedure (SOP) Ganti Balutan Gangren

Kapevi Hatake | 10:57 PM | Be the first to comment!


SOP GANTI BALUTAN GANGREN

 
A.     Pengertian
Gangren adalah luka yang terinfeksi disertai dengan adanya jaringan yang mati. Mengganti balutan / perban adalah suatu tindakan keperawatan untuk mengganti balutan dalam perawatan luka untuk mencegah infeksi silang dengan cara menjaga agar luka tetap dalam keadaan bersih.
B.     Tujuan tindakan
-          Mencegah meluasnya infeksi
-          Memberi rasa nyaman pada klien

C.     Indikasi
-          Luka terbuka / kotor
-          Luka gangren

D.     Persiapan
1)      Persiapan Alat
a.       Alat Seteril ( bak instrument bersisi ) :
-          2 Pinset anatomi
-          2 pinset chirurgis
-          1 klem arteri
-          1 gunting jaringan
-          1 klem kocher
-          Kassa dan deppers seteril
b.      Alat Tidak Seteril
-          Bethadine
-          Larutan NaCl 0,9 %
-          Handscone
-          Kom kecil
-          Verban dan plester
-          Perlak
-          Tempat cuci tangan
-          Bengkok berisi larutan desinfektan ( Lysol )
-          Sampiran jika perlu
-          Masker jika perlu
-          Schort bila perlu
-          Obat-obatan sesuai program medis
2)      Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan dan klien disiapkan pada posisi yang nyaman
E.     Pelaksanaan
1)      Tahap Pra Interaksi
-          Melakukan verifikasi data sebelumnya
-          Perawat cuci tangan dan tutup sampiran
-          Meletakkan alat didekat pasien
2)      Tahap Orientasi
-          Mengucapkan salam terapeutik
-          Menjelaskan mengenai prosedur tindakan dan tujuan tindakan
-          Menanyakan kesiapan dan persetujuan pasien sebelum tindakan
-          Memposisikan pasien senyaman mungkin
3)      Tahap Kerja
-          Pasang perlak dan pengalas dibawah daerah yang akan diganti balutannya
-          Taruh bengkok di dekat pasien
-          Memakai handscoon
-          Membuka balutan dan membuang balutan lama ke bengkok
-          Bersihkan luka dengan kassa steril yang telah dibasahi dengan NaCl dan bethadine
-          Buang bagian-bagian yang kotor atau jaringan nekrotik
-          Bersihkan dari area paling bersih ke area kotor ( dari dalam ke luar)
-          Kompres luka dengan bethadin atau dengan salep tang telah ditentukan dokter
-          Tutup luka dengan kassa steril
-          Balut luka dengan verban
Perhatian :
-          Perhatikan teknik aseptik dan antiseptik
-          Perhatikan jika ada pus / jaringan nekrotik
-          Jaga privasi pasien
4)      Tahap Terminasi
-          Bereskan alat-alat yang telah digunakan
-          Perawat melepas handscoen
-          Mencuci tangan
-          Mengevaluasi hasil tindakan
-          Berpamitan dengan pasien
5)      Tahap Dokumentasi
-          Catat waktu dan tanggal ganti balutan
-          Catat nama perawat yang mengganti balutan
-          Dokumentasikan keadaan luka

Read more ...

Diabetes Melitus

Kapevi Hatake | 10:49 PM | | Be the first to comment!


DIABETES MELITUS


A.     Pengertian
Diabetes melitus (penyakit kencing manis) adalah kelainan metabolik dimana glukosa dalam darah lebih dari normal (Glukosa Normal 80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l), dengan simtoma berupa hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
B.     Etiologi
-          Defisiensi sekresi hormon insulin
-          Aktivitas insulin
-          Defisiensi transporter glukosa.
C.     Klasifikasi
1)      Diabetes melitus tipe 1 (IDDM)
Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
-          Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga.
-          Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
-          Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
-          Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin.
2)      Diabetes melitus tipe 2 (NIDDM)
Diabetes melitus tipe 2 atau Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) merupakan tipe diabetes melitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi glucose transporter 10 (GLUT10) dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta Retinol binding protein 4 (RBP4) yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
-          Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia.
-          Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan.
3)      Diabetes melitus tipe 3 (Gestasional)
Diabetes melitus gestasional adalah diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.
-          Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan.
-          GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan.
-          GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.
-          Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu.
-          Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka.
-          Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan.
-          Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular.
4)      Diabetes Tipe Lain.
Diabetes tipe lain adalah Subkelas DM di mana individu mengalami hiperglikemia akibat kelainan spesifik seperti :
a.       Defek genetik fungsi sel beta :
-          Kromosom 12, HNF-1α
-          Kromosom 7, glukokinase
-          Kromosom 20,HNF-4 α
-          Kromosom 13, insulin promoter factor
-          Kromosom `17, HNF-1β
-          Kromosom 2, Neuro D1
-          DNA Mitokondria
b.      Defek genetik kerja insulin : resisten insulin tipe A, leprechaunism, Sindrom Rabson Medenhall, diabetes lipoatropik
c.       Penyakit Eksokrin Pankreas (suatu kelenjar yang mengeluarkan hasil produksinya melalui pembuluh), yaitu :
-          Pankreatitis (radang pada pankreas)
-          Trauma/pankreatektomi (pankreas telah diangkat)
-          Neoplasma
-          Fibrosis kistik
-          Hemokromatosis
-          Pankreatopati
-          Fibro kalkulus (adanya jaringan ikat dan batu pada pankreas)
d.      Endokrinopati :
-          Akromegali (terlampau banyak hormon pertumbuhan)
-          Sindrom cushing (terlampau banyak produksi kortikosteroid dalam tubuh)
-          Feokromositma (tumor anbak ginjal)
-          Hipertiroidisme
-          Somasostatinoma
-          Aldostreroma
e.       Karena obat atau zat kimia : vacor, pentamidin, asam nikotinat, glukokortikoid, hormon tiroid, diazoxid, agonis beta adrenergik, tiazid, dilantin, interferon alfa.
f.       Infeksi : Rubella Kongenital.
g.       Sebab imunologi yang jarang : antibodi, antiiinsulin (tubuh menhasilkan zat anti terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat bekerja memasukkan glugosa ke dalam sel).
h.      Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM : sindrom Down, sindrom Klinefelter, sindrom turner, sindrom Wolfram’s.


Read more ...
DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!