PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Tuesday, November 26, 2013

Diabetes Melitus

DUNIA KEPERAWATAN | 10:49 PM | | Be the first to comment!


DIABETES MELITUS


A.     Pengertian
Diabetes melitus (penyakit kencing manis) adalah kelainan metabolik dimana glukosa dalam darah lebih dari normal (Glukosa Normal 80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l), dengan simtoma berupa hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
B.     Etiologi
-          Defisiensi sekresi hormon insulin
-          Aktivitas insulin
-          Defisiensi transporter glukosa.
C.     Klasifikasi
1)      Diabetes melitus tipe 1 (IDDM)
Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
-          Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga.
-          Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
-          Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
-          Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin.
2)      Diabetes melitus tipe 2 (NIDDM)
Diabetes melitus tipe 2 atau Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) merupakan tipe diabetes melitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi glucose transporter 10 (GLUT10) dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta Retinol binding protein 4 (RBP4) yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
-          Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia.
-          Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan.
3)      Diabetes melitus tipe 3 (Gestasional)
Diabetes melitus gestasional adalah diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang IDDM :
-          GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.
-          Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan.
-          GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan.
-          GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.
-          Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu.
-          Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka.
-          Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan.
-          Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular.
4)      Diabetes Tipe Lain.
Diabetes tipe lain adalah Subkelas DM di mana individu mengalami hiperglikemia akibat kelainan spesifik seperti :
a.       Defek genetik fungsi sel beta :
-          Kromosom 12, HNF-1α
-          Kromosom 7, glukokinase
-          Kromosom 20,HNF-4 α
-          Kromosom 13, insulin promoter factor
-          Kromosom `17, HNF-1β
-          Kromosom 2, Neuro D1
-          DNA Mitokondria
b.      Defek genetik kerja insulin : resisten insulin tipe A, leprechaunism, Sindrom Rabson Medenhall, diabetes lipoatropik
c.       Penyakit Eksokrin Pankreas (suatu kelenjar yang mengeluarkan hasil produksinya melalui pembuluh), yaitu :
-          Pankreatitis (radang pada pankreas)
-          Trauma/pankreatektomi (pankreas telah diangkat)
-          Neoplasma
-          Fibrosis kistik
-          Hemokromatosis
-          Pankreatopati
-          Fibro kalkulus (adanya jaringan ikat dan batu pada pankreas)
d.      Endokrinopati :
-          Akromegali (terlampau banyak hormon pertumbuhan)
-          Sindrom cushing (terlampau banyak produksi kortikosteroid dalam tubuh)
-          Feokromositma (tumor anbak ginjal)
-          Hipertiroidisme
-          Somasostatinoma
-          Aldostreroma
e.       Karena obat atau zat kimia : vacor, pentamidin, asam nikotinat, glukokortikoid, hormon tiroid, diazoxid, agonis beta adrenergik, tiazid, dilantin, interferon alfa.
f.       Infeksi : Rubella Kongenital.
g.       Sebab imunologi yang jarang : antibodi, antiiinsulin (tubuh menhasilkan zat anti terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat bekerja memasukkan glugosa ke dalam sel).
h.      Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM : sindrom Down, sindrom Klinefelter, sindrom turner, sindrom Wolfram’s.


Read more ...

Monday, November 25, 2013

Fungsi Pankreas (Pancreas Function)

DUNIA KEPERAWATAN | 8:27 PM | | Be the first to comment!


FUNGSI PANKREAS



§  Menghasilkan insulin yang mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
§  Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
§  Cairan pankreas bersifat basa dan menetralkan asam dari lambung.


Read more ...

Fungsi Hepar (Liver Function)

DUNIA KEPERAWATAN | 8:13 PM | | Be the first to comment!


FUNGSI HEPAR


§  Mengatur jumlah karbohidrat yang ada didalam tubuh hati juga menjaga agar glukosa darah tetap terjaga alias tidak jauh dari 90 mg/dl
§  Menyeimbangkan jumlah lemak dalam tubuh
§  Mengatur keseimbangan asam amino, asam lemak, trigliserida, dan kolesterol
§  Mengatur sirkulasi hormon
§  Memproduksi empedu dan mensekresi empedu
§  Memproduksi protein plasma didalam tubuh manusia
§  Membersihkan zat zat berbahaya contohnya bekas-bekas obat.
§  Membersihkan antibodi residu (sisa)
§  Memakan antigen (dilakukan oleh sel-sel hepar)
§  Memakan (memfagosit) mikro organisme
§  Menyimpan vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K) dan vitamin B12
§  Menyimpan mineral didalam tubuh kita
§  Memproses emulsi lemak (emulsifikasi lemak)
§  Menghentikan kerja obat (inaktivasi obat)
§  Hepar merupakan tempat aktivitas metabolic bagi karbohidrat (glikogenesis, glikogenolisis, glukoneogenesis); protein (sintesis protein; pembentukan urea; penyimpanan protein, asam amino); dan lipid (ketogenesis, sintesis kolesterol, penyimpanan lemak)
§  Hepar mendetoksikasi banyak produk metabolic, obat, toksin sebelum diekskresikan ke dalam urin. Proses detoksikasi melibatkan perubahan kimia, dan atau konjugasi terutama dengan asam glukuronat, glisin atau sulfat.
§  Berperan dalam ruang pengapung dan fungsi penyaring. Sel-sel Kupffer mengambil bagian dalam semua aktivitas system retikulo endothelial (RES).



Read more ...

SOP Perawatan Laparotomi

DUNIA KEPERAWATAN | 7:50 PM | Be the first to comment!

PERAWATAN PASIEN LAPARATOMI CA RECTI

1)      Persiapan klien
§  Sapa klien dengan komunikasi terapeutik
§  Jelaskan prosedur pelaksanaan pada klien
§  Bersikap kooperatif dengan klien
2)      Persiapan alat
§  Pinset cirugris
§  Pinset anatomi
§  Gunting
§  Handscoen disposible dan steril
§  Larutan NaCl
§  Kasa steril
§  Korentang steril
§  Mikrofor
§  Kantong keresek
§  Nierbekken
§  Was bensin
§  Betadine kompres 3%
§  Kom sterile
§  Kapas lidi
NB : Prinsip perawatan luka laparatomi adalah steril.
3)      Persiapan lingkungan
Siapkan lingkungan senyaman mungkin, lingkungan yang kondusif, dan privacy klien tetap terjaga.
4)      Langkah kerja
§  Tutup pintu kamar atau pasang sampiran.
§  Atur posisi yang nyaman bagi kliendan tutupi bagian selain bagian luka dengan selimut mandi.
§  Letakkan kantong sampah pada area yang mudah dijangkau. Lipat bagian atasnya membentuk mangkok.
§  Kenakan masker muka atau pelindung mata (biasanya diperlukan jika luka mengeluarkan drainase yang mungkin muncrat ke muka perawat)dan cuci tangan secara menyeluruh.
§  Kenakan handscoen disposible bersih sekali pakai dan lepas plester, perban, kasa, atau ikatan.
§  Lepaskan plester , tarik secara paralel dari kulit ke arah balutan. Hilangkan perekat yang tersisa dari kulit.
§  Dengan tangan yang memakai handscoen , angkat balutan kasa secara hati-hati, jaga jangan sampai menekan luka post op. Angkat balutan secara perlahan.
§  Observasi jenis luka , ada tidaknya komplikasi pasca operasi.
§  Buang balutan yang kotor ke tempat sampah. Buang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
§  Lepaskan handscoen dengan bagian dalamnya berada di luar. Buang ke tempat sampah.
§  Buka set balutan steril atau perlengkapan sterile yang dibungkus satu persatu. Letakkan pada meja samping tempat tidur.
§  Buka botol larutan dan tuangkan kedalam baskom steril dan tambahkan kassa yang berserat halus.
§  Kenakkan handscoen steril.
§  Inspeksi warna luka,jenis jahitan, dan  integritas luka. Hindarkan kontak dengan bahan  yang teerkontaminasi.
§  Bersihkan luka dengan salin normal sesuai program. Bersihkan dari area yang kurang terkontaminasi ke area yang paling terkontaminasi.
§  Pasang kasa berserat halus yang lembab langsung ke permukaan luka. Apabila luka dalam, masukkan kassa dengan hati-hati ke dalam luka dengan mennggunakan forsep sampai semuua permukaan luka dapat kontak dengan kasa yang lembab.
§  Pijat daerah sekitar luka dengan perlahan, untuk memastikan ada tidaknya pus.
§  Pasang kasa steril berukuran 4x4 diatas kasa yang basah.
§  Tutupi balutan dengan bantalan ABD, Surgi-Pad, atau kasa.
§  Pasang plester diatas balutan.
§  Lepas handscoen dan buang ke kantong sampah.
§  Bantu klien untuk berada dalam posisi yang nyaman.
§  Buang seluruh perlengkapan dan cuci tangan.
5)      Hal- hal yang perlu diperhatikan :
§  Jaga kesterilan saat merawat luka
§  Bersihkan luka dari area yang kurang terkontaminasi ke daerah yang banyak terkontaminasi.
§  Gunakkan swab yang terpisah untuk setiap usapan.
§  Kaji klien kembali untuk menentukan respons terhadap penggantian balutan.
§  Pantau status balutan minimal setiap jadwal pergantian dinas.
§  Catat penampakkan luka dan drainase, toleransi klien, dan jenis balutan yang akan digunakan ke dalam catatan keperawatan.
§  Catat frekuensi penggantian balutan dan perlengkapan yang dibutuhkan kedalam kardeks.
Read more ...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search