PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Tuesday, January 9, 2018

LAPORAN PENDAHULIAN (LP) TETANUS

Kapevi Hatake | 9:48 AM |
LAPORAN PENDAHULUAN


1)      Pengertian
Tetanus adalah penyakit toksemia akut yang disebabkan oleh Clostridium tetani (Kapita Selekta Kedokteran)

2)      Etiologi
Clostridium tetani yang hidup anaerob, berbentuk spora, tersebar di tanah, terdapat di tempat yang kotor, besi berkarat sampai pada tusuk sate bekas, mengeluarkan eksotoksin.

3)      Manifestasi Klinis
Masa inkubasi 5-14 hari tetapi dapat juga sampai beberapa minggu pada infeksi yang ringan. Penyakit ini biasanya timbul mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan keher. Dalam waktu 48 jam penyakit menjadi nyata dengan terlihat :
§  Trismus (kaku rahang, sukar membuka mulut lebar-lebar), karena spasme otot-otot mastikatoris (otot pengunyah)
§  Kaku kuduk sampai opistotonus (karena ketegangan otot-otot erektor trungki)
§  Ketegangan otot dinding perut (perut kaku seperti papan)
§  Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin yang terdapat di kornu anterior
§  Kesukaran menelan, gelisah, mudah terangsang, nyeri kepala, nyeri anggota badan, sering merupakan gejala dini
§  Spasme yang khas yaitu badan kaku dengan opistotonus, ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi, lengan kaku dan tangan mengepal kuat. Anak tetap sadar. Spasme mula-mula intermiten diselingi periode relaksasi. Kemudian serangan lebi sering disertai rasa nyeri
§  Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. Retensi urin dapat terjadi karena spasme otot uretal. Dapat juga terjadi fraktur kolumna vertebralis karena kontraksi otot yang sangat kuat (pada waktu sedang kejang)
§  Panas biasanya tidak tinggi, jika timbul demam tinggi yang biasanya terjadi pada stadium akhir merupakan prognosis yang buruk
§  Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak
Menurut beratnya gejala dapat dibedakan dalam 3 stadium :
1.      Trismus (3 cm) tanpa kejang tonik umum meskipun dirangsang
2.      Trismus (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang tonik umum bila dirangsang
3.      Trismus (1 cm) dengan kejang tonik umum spontan

4)      Komplikasi
1.      Spasme otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur didalam rongga mulut dan keadaan ini memungkinkan terjadinya aspirasi serta dapat menyebabkan pneumonia aspirasi
2.      Asfiksia
3.      Atelektasis karena obstruksi sekret
4.      Fraktur kompresi

5)      Penatalaksanaan
1.      Pemberian antitoksin tetanus
Pengobatan spesifik dengan ATS 20.000 U/hari selama 2 hari berturut-turut secara intramuskular dengan didahului oleh uji kulit dan mata. Untuk hypertet 3000 IU secara intramuskular.
2.      Antikonvulsan dan penenang
Bila kejang hebat dapat diberikan fenobarbital dengan dosis awl : untuk anak umur kurang dari 1 tahun 50 mg dan untuk anak umur 1 tahun atau lebih diberikan 75 mg, dilanjutkan dengan dosis 5 mg/kgBB/hari dibagi menjadi 6 dosis

§  Diazepam dengan dosis 4 mg/kg/BB/hari, dibagi 6 dosis. Bila perlu IV
§ Largatil dengan dosis 4 mg/kgBB/hari dibagi 6 dosis. Bila kejang sukar diatasi diberikan kloralhidrat 5% dengan dosis 50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis secara per-rektal
3.      Penatalaksanaan luka
Eksisi dan debridemen luka yang dicurigai harus segera dikerjakan 1 jam setelah terapi sera (pemberian antitoksin tetanus), jika memungkinkan dicuci dengan perhydrol, luka dibiarkan terbuka untuk mencegah keadaan anaerob. Bila perlu disekitar luka dapat disuntikan ATS
4.      Pemberian antibiotika
Penisilin prokain 50.000 U/kgBB/hari intramuskular diberikan 3 hari sampai demam turun
5.      Penanggulangan kejang
Dengan pemberian anti kejang yang memadai maka kejang dapat dicegah.
Pemberian anti kejang
Jenis obat
Dosis anak-anak
Dosis orang dewasa
Fenobarbital (Luminal)
Mula-mula 60-100 mg IM
Kemudian 6 x 30 mg per oral
Maksimum 200 mg/hari
3 x 10 mg IM
Klorpromazin (Largactil)
4-6 mg/kg BB/hari, mula-mula IM, kemudian per oral
3 x 25 mg IM
Diazepam (Valium)
Mula-mula 0,5-1 mg/kg BB IM, kemudian per oral 1,5-4 mg/kg BB/hari, dibagi 6 dosis
3 x 10 mg IV
Klorhidrat
-
3 x 500-1000 mg per rektal
 Bila kejang belum juga teratasi, dapat digunakan pelemas otot (muscle relaxant) ditambah alat bantu pernapasan (ventilator)
6.      Perawatan penunjang
Yaitu dengan tirah baring, diet per sonde, dengan asupan sebesar 100 kalori/kg BB/hari, bersihkan jalan nafas secara teratur, berikan cairan infus dan oksigen, awasi dengan seksama tanda-tanda vital, trismus, asupan/keluaran.
7.      Pencegahan komplikasi
Mencegah anoksia otak dengan :
§  Pemberian anti kejang sekaligus mencegah laringospasme
§  Jalan nafas yang memadai, bila perlu lakukan intubasi (pemasangan tuba endotrakheal) atau lakukan trakheotomi berencana
§  Pemberian oksigen
Mencegah pneumonia dengan membersihkan jalan nafas yang teratur, pengaturan posisi penderita berbaring, pemberian antibiotika
Mencegah fraktur vertebra dengan pemberian anti kejang yang memadai


No comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search