PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Thursday, January 4, 2018

MENGENAL PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC)

Kapevi Hatake | 1:03 PM |
MENGENAL PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC)

A.      PENGERTIAN
Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit radang parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosa. Tuberkulosisparu terjadi sekitar 80% dari keseluruhan kejadian penyakit tuberkulosis, sedangkan 20% selebihnya merupakan tuberkulosis ekstrapulmonal (Darmanto,2012).

B.      PENYEBAB
Mycobacterium tuberculosa merupakan bakteri basil tahan asam yang memiliki lebar 0,3 – 0,6 mm dan panjang 1 – 4 mm. Bakteri tuberkulosis bersifat aerob obligat dan tidak berkapsul,berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung, tidak berspora. Dinding M. tuberculosis sangat kompleks, terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi (60%). Penyusun utama dinding sel M. tuberculosa ialah asam mikolat, lilin kompleks (complex-waxes), trehalosa dimikolat yang disebut cord factor, dan mycobacterial sulfolipids yang berperan dalam virulensi (PDPI, 2006).

C.      TANDA DAN GEJALA
Gejala klinik tuberkulosis dapat dibagi menjadigolongan, yaitu gejala klinis dan gejala umum, yaitu:
1.       Gejala Klinik
a.       Batuk
b.      Batuk darah
c.       Nyeri dada
d.      Wheezing (mengi)
e.      Dispnea (kesulitan bernafas)
f.        Ronchi (suara seperti gemuruh air di paru)
2.       Gejala Umum
a.       Demam
b.      Menggigil
c.       Keringat malam
d.      Anoreksia (tidak nafsu makan)

D.      PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis (history taking), pemeriksaan fisis/jasmani, pemeriksaan bakteriologi, radiologi dan pemeriksaan penunjang lainnya. Diagnosis pasti akan ditegakkan apabila pada pemeriksaan bakteriologik ditemukan Mycobacterium tuberkulosis di dalam dahak atau jaringan. Karena usaha untuk menemukan basil TB tidak selalumudah, maka diupayakan cara untuk menemukan bahwa terdapat basil TB di dalam tubuh melalui pemeriksaan serologi (Darmanto, 2012).

E.       PENATALAKSANAAN
Prinsip pengobatan TB adalah menggunakan multidrug regimen. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resistensi basil TB terhadap obat. Regimen obat yang digunakan terdiri dari dua golongan besar, yaitu obat utama (lini 1) dan obat tambahan (lini 2). Yang termasuk obat anti-tuberkulosis lini pertama yaitu isoniazid (INH), etambutol (E), streptomisin (S), pirazinamid (Z), rifampisin (R), dan tioasetazon (T), sedangkan yang termasuk obat lini kedua yaitu etionamide, sikloserin, PAS, amikasin, kapreomisin, siprofloksasin, ofloksasin, klofamizin, dan rifabutin.
Terdapat dua alternatif pengobatan pada TB paru, yaitu pengobatan jangka panjang dan pengobatan jangka pendek. Pengobatan jangka panjang menggunakan isoniazid etambutol, streptomisin, dan pirazinamid dalam jangka waktu 24 bulan atau dua tahun sedangkan pengobatan jangka pendek menggunakan rimfapisin, ioniazod, dan pirazinamid dalam jangka waktu minimal 6 bulan. Dosis yang dianjurkan oleh International Union Against Tuberculosis adalah dosis pemberian setiap hari dan dosis pemberian intermitten (PDPI, 2006).


DAFTAR PUSTAKA
Darmanto. (Ed.). 2012. Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: EGC.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2006. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Available from: http://www.klikpdpi.com/konsesus/tb/tb.html

Soemantri, Irman. 2008. Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan. Pasien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta. Salemba Merdeka.

No comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search