PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Sunday, May 26, 2013

Laporan Pendahuluan Jiwa : Perilaku Kekerasan

Kapevi Hatake | 8:15 PM |
LAPORAN PENDAHULUAN

1. KASUS (MASALAH UTAMA)
   Gangguan konsep diri: harga diri rendah ( Perilaku kekerasan)
2. PROSES TERJADINYA MASALAH
v  Definisi perilaku kekerasan
Amarah merupakn suatu emosi yang merentang dari sifat mudah tersinggung hingga marah yang hebat yang dialami oleh semua orang, hal itu merupakan suatu reaksi terhadap rangsangan yang tidak menyenangkan dan mengancam (Kaplan & sodock,1998:135)
Kekerasan sering juga disebut gaduh gelisah atau amuk, yang ditandai dengan menyentuh orang lain secara menakutkan, memberi kata-kata ancaman disertai melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat adalah melukai atau merusak secara serius dank lien tidak bias mengendalikan diri (FKUI,1999)
Tindakan kekerasan merupakan suatu agresi fisik dari orang seseorang terhadap orang lain, agresi itu ditujukan terhadap diri sendiri, disebut sebagi perilaku bunuh diri atau mutilasi diri(kaplan & sodock,1998)
Dapat di simpulkan perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang/individu melakukan suatu tindakan yang dapat membahayakan tiap individu, namun perilaku yang dimanifestsikan oleh perasaan marah dapat berfluktuasi sepanjang rentang adaftif dan maladaftif.
v  Manifestasi klinik
·                       Kegagalan yang menimbulkan frustasi dapat menimbulkan
- respon pasif dan melarikan diri atau respon melawan dan menentang
- respon melawan ataupun menentang merupakan respon maladaptive
·                       Respon maladaftif tan dan gejalanya yakni:
- Agresif yakni suatu sikap yang memperlihatkan permusuhan, keras dan menuntut, mendekati orang lain dengan ancaman, memberi kata-kata ancaman tanpa niat malukai. Umumnya klien dapat mengontrol perilaku kekerasanya tidak melukai oranglain.
-  kekarasan sering disebut gaduh, gelisah atau amuk. Perilaku kekerasan ditandai dengan menyentuh orang lain secara menakutkan, memberi kata-kata ancaman, disetai melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat adalah melukai atau merusak secara serius.klien tidak mampu mengendalikan diri.
v  Etiologi (penyebab serta proses terjadinya perilaku kekerasan)
1. Faktor predisposisi
 Pengalaman yang tidak baik yang dialami klien
·   Psikologi : kegagalan yang dialami yang dapat menimbulkan frustasi yang kemudian timbul agresif atau amuk. Misalnya; masa kaanak-kanak yang kurang menyenangkan seperti perasaan ditolak, dihina, dianiyaya, atau saksi pengniyayaan.
·   Perilaku : reifocement yang diterima pada saat melakukan kekerasan, sering mengobservasi kekerasan dirumah atau diluaar rumah, semua aspek ini menstimulasi individu mengabsorpsi perilaku kekerasan.
·   Social budaya: budaya tertutup dan membahas secara diam (pasif agresif) dan kontrol social yang tidak pasti terhadap perilaku kekerasan
·   Bio neurologist: kerusakan system limbic, lobus frontal lobus temporal dan ketidakseimbangan neurotransmitter yang berpengaruh serta berperan terhadap terjadinya perilaku.
2. Faktor presipitasi
         Factor tersebut daspat timbul dari klien, lingkungan, atau interaksi dengn orang  lain, kelemahan fisik (penyakit fisik) keputusasaan, ketidakberdayaan, percaya diri yang kurang dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan, situasi lingkungan yang ribut, padat, kritikan yang mengarah pada penghinaan, kehilangan orang yangt dicintai atau pekerjaan dan kekerasan merupakan faktor penyebab lain. Interaksi social yang provokatif dan konflik dapat pula memacu prilaku kekerasan.(keliat,1999)
         Stressor lain yang dapat menjadi paktor pencetus adalah
·   Trauma seperti mendapat perilaku yang tidak baik atau sesuai bias berupa penganiyayaan seksual, dan psikologis atau mengalami serta menyaksikan peristiwa yang mengancam kehidupan
·   Ketegangan peran berhubungan dengan dan posisi yang di harapkan dan individu mengalaminya sebagai frustasi  diantaranya tiga jenis tranmisi peran :
-  tranmisi peran perkembangan adalah perubahan normative yang berhubungan dengan partumbuhan
- tranmisi peran dan situasi terjadi dengan bertambahnya atau berkurangnya anggota melalui kelahiran atau kematian.
- tranmisi peran sehat sakit terjadi akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit
3. Mekanisme koping
       Mekanisme koping yang buruk dapat memicu kepada terjadinya gangguan jiwa
4. Perilaku

    Prilaku yang dapat timbul pada orang yang menglami prilaku kekerasan seperti:                                   menyerang atau menghindar, menyatakan secara asertif, memberontak, prilaku kekerasan.

No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!