PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Thursday, August 8, 2013

SAP Bahaya Rokok

Kapevi Hatake | 12:42 AM | |
SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan           : Bahaya Merokok
Sub Pokok Bahasan    :  1. Pengertian
                                       2. Kandungan Rokok
                                       3. Bahaya Merokok
                                       4. Perbandingan antara perokok aktif dan perokok fasif
   5. Cara /tips menghindari merokok

Sasaran                        :  
Waktu pertemuan        :  1 x 30 menit                                                     
Hari, tanggal               :  
Tempat                        :  
Pemateri                      :  

 



A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Tujuan Penyuluhan Umum
            Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 30 menit Masyarakat Mengetahui tentang bahaya merokok.
2.    Tujuan Penyuluhan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan Masyarakat
mampu :
a.       Menjelaskan mengenai rokok dan bahaya merokok
b.       Menjelaskan mengenai kandungan-kandungan dari rokok
c.       Membedakan dan membandingkan antara perokok aktif dan perokok pasif
d.      Menyebutkan cara atau tifs menghindari merokok
e.       Menjelaskan komplikasi dari merokok
  
B.     MATERI
1. Pengertian Rokok
2. Kandungan Rokok
3. Bahaya Merokok
4. Perbandingan antara perokok aktif dan perokok fasif
5. Cara /tips menghindari merokok

C.    METODE

Ceramah Tanya Jawab

D.    MEDIA

Power Point, Leaflet dan Video

E.     KEGIATAN

Tahap/
Waktu
Kegiatan penyuluhan

Penyuluh/Pemateri
Peserta
Pembukaan
5 menit




1.  Memberikan salam pembuka dan memperkenalkan diri
2.  Menginformasikan materi yang akan disampaikan
3.  Menjelaskan manfaat dan relevansi pokok bahasan ini
4.  Melakukan apersepsi mengenai bahaya merokok
1.    Menjawab salam
2.    Mendengarkan dan Memperhatikan
3.    jawab pertanyaan



Penyampaian Materi
20 menit












1.   Menerangkan  tentang pengertian Rokok
2.   Menerangkan  tentang kandungan-kandungan rokok
3.   Menanyakan kepada pada peserta tentang bahaya merokok
4.   Memberikan reinforcement atas jawaban peserta.
5.   Menjelaskan tentang bahaya-bahaya dari merokok
6.   Menerangkan Perbandingan antara perokok aktif dan perokok fasif
7.   memberitahukan bagaimana Cara /tips menghindari merokok
8.   menjelaskan tentang Komplikasi dari merokok
9.   Memberi kesempatan pada peserta untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan
10.            Memberi kesempatan pada peserta lain untuk menjawab pertanyaan
11.            Menjawab dan menjelaskan kembali tentang pertanyaan peserta
Mendengarkan dan menjawab pertanyaan


Penutup
5 menit

1.   Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan untuk mengevaluasi peserta
2.   Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
3.   Mengucapkan salam penutup
Menjawab pertanyaan dan menjawab salam







F.     Evaluasi

Prosedur                 : Test pada akhir penyuluhan
      Jenis                        : Lisan
Bentuk                    : Tes Subjektif
Alat                         : Tes Buatan penyuluhan

Pertanyaan
a.       Sebutkan Pengertian Rokok?
b.      Coba sebutkan Kandungan-kandungan dari Rokok ?
c.       Jelaskan bahaya-bahaya dari Merokok?
d.      Coba sebutkan dan berapa Perbandingan antara perokok aktif dan perokok   fasif?
e.       Bagaimana Cara /tips menghindari merokok?

Jawaban:
1.      Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus yang mengandung nikotin dan tar.
2.      Kandungan-kandungan dari rokok:
a.       Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg. Dalam kandungan Tar ini dapat merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker.
b.      Nikotin Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kholesterol dalam darah,
  erat dengan terjadinya serangan jantung .
c.       Karbon Monoksida(CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat dari pada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah.
3.      Bahaya-bahaya dari merokok
a.       Angina: nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.
b.      Asma: mengalami kesulitan bernafas.
c.       Alergi: iritasi akibat asap rokok
d.      Kanker paru-paru
e.       Penyakit jantung contohnya artherosklerosis, akut miokard infarkdan lain sebagainya
4.      Perbandingan perokok aktif dengan perokok fasif
perokok pasif tiga kali lebih berbahaya. Bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Menurut Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok pasif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun, konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.
5.      Cara/tips menghindari merokok
a.       Yakinkan diri, untuk berhenti total
b.      Lewati masa- masa berat tanpa rokok dengan sabar
c.       Masa depan yg lebih baik tanpa rokok
d.      Sibukan diri dengan kegiatan yang bermanfaate.       Jangan ikut merokok hanya teman-temanmu merokok


 G.    Referensi
Corwin, Elizabeth J.2001. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta; EGC
Brunner dan Suddarth.2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol.2 edisi 8. Jakarta; EGC
http://kosmo.vivanews.com/news/read/…i-perokok-pasif

No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!