PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Monday, June 10, 2013

Analisa Skripsi Bab I : Pengaruh Asupan Cairan Oral Pada Pasien Dengue Hemoragic Fever

Kapevi Hatake | 11:52 PM |

Judul :
Pengaruh Asupan Cairan Peroral Terhadap Perubahan Trombosit Pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever Di Rsi Assyifa Sukabumi

Topik :
Keperawatan Medical Bedah

Fenomena :
1.      Selama dua dekade terakhir, frekuensi kasus dan epidemi penyakit DHF (Dengue Haemorrhagic Fever) menunjukkan peningkatan yang dramatis di seluruh dunia, (WHO, 2004)
2.      Penyakit ini terus menyebar luas di negara tropis dan subtropis. Sekitar 2,5 milyar orang (2/5 penduduk dunia) mempunyai risiko untuk terkena infeksi virus dengue. Lebih dari 100 negara tropis dan subtropis pernah mengalami letusan DHF, lebih kurang 500.000 kasus setiap tahun dirawat di rumah sakit dengan ribuan orang diantaranya meninggal dunia, (Dini, 2010)
3.      Indonesia sendiri merupakan negara tropis dan sampai saat ini penyakit DHF masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal ini didukung oleh data – data berikut ini;
a.       Sejak ditemukannya kasus DHF pada tahun 1968 di Surabaya dan Jakarta, angka kejadian penyakit DHF meningkat dan menyebar ke seluruh daerah kabupaten di wilayah Republik Indonesia
b.      Pada pengamatan selama kurun waktu 20 – 25 tahun sejak awal ditemukan kasus DHF, KLB (kejadian luar biasa) penyakit DHF terjadi setiap 5 tahun dengan angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 1968 dan angka kejadian penyakit DHF tertinggi pada tahun 1988
c.       Angka kematian kasus DHF masih tinggi, terutama pada penderita DHF yang datang terlambat dengan derajat IV.
d.      Vektor penyakit DHF, nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus masih banyak dijumpai di wilayah Indonesia
e.       Kemajuan tehnologi dalam bidang transportasi disertai mobilitas penduduk yang cepat memudahkan penyebaran sumber penularan dari satu kota ke kota lainnya, (Soegianto, 2006).    
    4.      Mencermati pola kejadian penyakit tersebut di seluruh kepulauan Indonesia, ternyata di pulau Jawa merupakan salah satu daerah yang endemis. Kasus DHF tersebar di berbagai kota / kabupaten, bahkan setiap tahun angka kejadiannya terus meningkat dan pola kejadian luar biasa penyakit DHF pernah dijumpai pada tahun 1973, 1988 dan 1998. Walaupun demikian tampak ledakan kasus DHF setiap lima tahun, tiga tahun, dua tahun bahkan dapat terjadi setiap tahun terutama pada bulan – bulan setelah masuk musim penghujan, (Soegianto, 2006).
     5.      Dari data Profil Kesehatan tahun 2007; ada peningkatan prevalensi DHF di kota Sukabumi. Pada tahun 2006 ada 393 kasus baru dan pada tahun 2007 ditemukan kasus baru sebanyak 969 pasien. Pos Kota melansir, bahwa sedikitnya ada 652 warga Kota Sukabumi, Jawa Barat yang diserang penyakit DHF sepanjang tahun 2012 dan ada empat orang meninggal karena terkena penyakit DHF, (Sule, 2012).
     6.      Ditunjang dari data Rekam Medis RSI Assyifa Sukabumi, didapatkan bahwa jumlah pasien DHF pada tahun 2011 sejak bulan Januari sampai dengan Oktober sejumlah 534 kasus, sedangkan pada tahun 2012 dari bulan Januari sampai dengan Oktober sejumlah 714 kasus. Ini, menandakan adanya peningkatan jumlah kasus dari tahun sebelumnya.

Kesimpulan :
1.      Dari fenomena diatas dapat dapat diamabil kesimpulan bahwa Asupan Cairan Peroral Terhadap Perubahan Trombosit Pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever layak untuk diteliti.
2.      Dalam teknik penulisannya, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dari umum ke khusus.


No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!