PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Monday, September 2, 2013

KTI Keperawatan Dengue Hemoragic Fever : BAB IV Kesimpulan dan Rekomendasi

Kapevi Hatake | 12:13 PM | | | | |
BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI



A.    Kesimpulan
Setelah melakukan perawatan pada Anak S. Dengan infeksi akibat Demam Berdarah Dengue, penulis menarik kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan diperlukan pemahaman teori dan keterampilan mengenai masalah yang ditimbulkan. Hal ini dikarenakan penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan observasi ketat karena pasien dapat dengan mudah jatuh pada keadaan syok.
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 hari mulai tanggal 11 Maret 2010 sampai dengan 15 Maret 2010, penulis mengambil kesimpulan :
1.         Pengkajian
Hasil pengkajian melalui proses keperawatan dari tanggal tanggal 11 Maret 2010 sampai dengan 15 Maret 2010 yaitu :  orang tua klien mengeluh anaknya demam terutama pada sore hari, minum kurang, Hemoglobin 12,8 gr/dl, Hematokrit 40,4 % , dan  Trombosit 45.000 sel/mm3, edema palpebra, dan ibu tidak tahu mengenai penyakit DBD dan pencegahannya.
Setelah penulis melakukan analisa data, maka masalah yang muncul adalah kekurangan volume cairan, perubahan suhu tubuh, intoleransi aktifitas, dan kurang pengetahuan orang tua.

2.         Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang muncul adalah :    
a.         Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas membran  kapiler dan perdarahan
b.        Perubahan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi
c.         Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan fisik
d.        Kurang pengetahuan orang tua tentang proses penyakit, pengobatan dan penatalaksanaan DBD
Diagnosa keperawatan yang tidak muncul adalah :
a.         Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan.
b.        Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.
c.         Perubahan proses keluarga berhubungan dengan kondisi anak.
d.        Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi virus.
3.         Perencanaan
Pada tahap perencanaan penulis menyusun rencana tindakan keperawatan yang berorientasi pada tujuan mengatasi permasalahan klien. Kekurangan volume cairan tubuh teratasi dengan kriteria hasil minum banyak, hematokrit dalam batas normal, dan intake output seimbang. Perubahan suhu tidak terjadi dengan kriteria hasil suhu 36 – 36,90 C. Klien menunjukan peningkatan toleransi aktifitas dengan kriteria kelemahan fisik hilang, ADL terpenuhi. Meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga mengenai penyakit DBD dan pencegahannya dengan kriteria hasil bertambahnya pengetahuan klien dan keluarga.
4.         Implementasi
Pada tahap pelaksanaan penulis memberikan asuhan keperawatan secara langsung selama 7 jam, sisanya penulis bekerjasama dengan perawat ruangan untuk melaksanakan tindakan  keperawatan. Penulis melakukan tindakan selama 5 hari dengan fokus menjaga keseimbangan cairan tubuh, yaitu dengan menganjurkan banyak minum, memonitor tanda vital dan memonitor hasil pemeriksaan haemoglobin, hematokrit dan trombosit.
5.         Evaluasi
Dari 4 diagnosa yang penulis cantumkan seluruhnya dapat teratasi. Kekurangan volume cairan tubuh teratasi pada hari ke 4 ditandai dengan penurunan nilai hematokrit dan klien mau minum banyak, intoleransi aktifitas teratasi pada hari ke 5 ditandai dengan klien dapat beraktifitas seperti semula, perubahan suhu tubuh teratasi pada hari ke 2 ditandai dengan suhu 360 C, dan kurang pengetahuan teratasi pada hari ke 2 ditandai dengan bertambahnya pengetahuan orang tua klien tentang penyakit DBD dan pencegahannnya.
B.     Rekomendasi
Untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada klien dengan demam berdarah dengue diperlukan adanya suatu perubahan dan perbaikan diantaranya :
1.         Bagi RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi
Saran kami kepada bagian perencanaan RSUD R. Syamsudin, SH untuk meningkatkan program promosi kesehatan mengenai pencegahan dan pennaganan pertama pada penyakit DBD untuk menambah pengetahuan masyarakat  mengenai penyakit DBD karena penyakit ini merupakan penyakit yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah terjadinya kematian.
2.         Bagi perawat ruangan
Observasi pada pasien DBD sebaiknya ditingkatkan terutama pada fase kritis. Pencegahan terjadinya syok dapat dilakukan dengan memonitor tanda vital dan menghitung intake output.


No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!