PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Thursday, February 21, 2013

Askep Post Op Cesarea Atas Indikasi Perdarahan Ante Partum

Kapevi Hatake | 4:47 AM |

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.I P3 A0 DENGAN
POST  OPS  SEKSIO  SESAREA  ATAS  INDIKASI PERDARAHAN ANTE PARTUM HARI PERTAMA
DI RUANG PERAWATAN NIFAS
R



A.           Pengkajian
1.        Pengumpulan Data
a.         Biodata Klien
Nama                                       : Ny.I
Umur                                       : 34 tahun
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Agama                                     : Islam
Pendidikan                              : SLTP
Pekerjaan                                 : Ibu Rumah Tangga
Suku Bangsa                            : Indonesia
Alamat                                     : Jl. Cisalak RT. 02/RW.04, No.24
Tanggal Masuk                        : 09 Oktober 2004
Tanggal Dikaji                         : 11 Oktober 2004
Diagnosa Medis                      : P3 A0

b.         Biodata Penanggung Jawab
Nama                                       : Tn.R
Umur                                       : 36 tahun
Agama                                     : Islam
Pendidikan                              : SLTA
Pekerjaan                                 : TNI-AD
Suku Bangsa                           : Indonesia
Alamat                                     : Jl. Cisalak RT. 02/RW.04, No.24
Hubungan dengan Klien         : Suami

2.        Riwayat Kesehatan
a.         Riwayat Kesehatan Sekarang
1)      Keluhan Utama
Klien mengatakan pada hari Jumat Tanggal 09 Oktober 2004 keluar perdarahan per vagina sejak jam 01.00-02.00 WIB, banyaknya 250 CC, keluhan mules-mules klien langsung di bawa ke UGD RS. Dustira.
2)      Keluhan
Klien mengatakan sekarang juga masih ada perdarahan per vagina dan ini dirasa kan setiap waktu.
b.         Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Klien mengatakan sebelumnya pernah menderita perdarahan pervagina berupa tetesan dan klien tidak pernah menderita penyakit menular ataupun penyakit keturunan seperti Diabetes melitus dan hipertensi.
c.         Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit yang dideritanya dan penyakit keturunan.
d.        Riwayat obstetri dan gynekologi
1)        Riwayat Menstruasi
a)        Riwayat menstruasi
Klien mengatakan pertama haid ketika berumur 11 tahun dengan sklus haid 28 hari lamanya haid + 3-5 hari dengan banyak dan keputihan ada setelah haid, dan kklien mengatakan waktu haid tidak terasa sakit.
b)        Riwayat perkawinan
Klien mengatakan usia perkawinan pertama ketika berusia 24 tahun dan suami ketika berusia 26 tahun ini adalah pernikahan pertama bagi belah pihak, lama perkawinan  10 tahun.


c)        Riwayat kontrasepsi
Klien mengatakan setelah menikah menggunakan KB dengan suntik lalu klien di ganti dengan pil tapi akhirnya sekarang kebobolan karena pilnya terlewat untuk dimakan.
d)       Riwayat obstetri
(1)   Riwayat perkawinan masa lalu

NO
ANAK




USIA ANAK SEKARANG
USIA KEHAMILAN
TEMPAT PERSALINAN
JENIS PERSALINAN
PENOLONG
PENYULIT
MASA NIFAS
JK
BB
PB

KEADAAN
1
2

P
L
2750gr
2800gr
42cm
48cm

Sehat
Sehat




8 tahun
4 tahun
Aterm
Aterm    
Bidan
Bidan
Spontan
Spontan
Bidan
Bulan
-
-
-
-


(2)   Riwayat kehamilan sekarang
Klien mengatakan sekarang adalah kehamilan yang ketiga, klien selalu memperoleh kehamilannya ke bidan secara teratur. Pada umur kehamilan 16 minggu klien sudah merasakan adanya pergerakan janin,. Imunisasi TT, dan TT1 diberikan ketika umur kehamilan 6 bulan, TT2 diberikan ketika umur kehamilan 8 bulan, HPHT 14 -01-2004, TP 22-10-2004, BB klien sebelum hamil 60 kg, BB setelah hamil 75 kg.
(3)   Riwayat Persalinan Sekarang
Klien dapat ke RS. Dustira pada tanggal 09 Oktober 2004 jam 1.30, dengan keluhan mules-mules  disertai pengeluaran lendir dan bercampur darah, mules hilang timbul bload show (+), klien dianjurkan untuk tindakan seksio sesarea diakibatkan perdarahan           + 240 CC. dilakukan insisi diameter diabdomen (supra simpisis).
Secara horisontal tepat di dinding uterus, permukaan uterus disayat melintang, kandung kencing disisihkan kebawah, segemen bawah rahim di sayat melintang ditembus jari penolong ketuban pecah cairan disuction, bayi dikeluarkan lahir bayi laki-laki pukul 18.40 dengan BB : 3100 gr, PB : 18 cm, LK/LD : 36/35 cm, APGAR :
Pada pukul 18.45, lahir placenta, kotiledon dan selaput lengkap.
KU : baik, kesadaran compos mentis, TF U : 3 jari dibawah pusat
Kulit dijahit subticula, perdarahan + 1500 cc


DATA BIOLOGIS


NO
KEBUTUHAN
SEBELUM HAMIL
SESUDAH HAMIL
1.
a.       Pola nutrisi
Ø  Frekuensi makan
Ø  Jenis makanan
Ø  Porsi makan
Ø  Minum
·      Jumlah
·      Jenis

b.      Pola eliminasi
BAB
Ø  Frekuensi
Ø  Warna
Ø  Bau
Ø  Konsistensi
BAK
Ø  Frekuensi
Ø  warna
Ø  bau

c.       Pola tidur dan istirahat
Ø  Tidur malam
Ø  Tidur siang

d.      Pola aktivitas dan latihan



e.       Personal hygiene
Ø  Mandi
Ø  Gosok gigi
Ø  Keramas
Ø  Perawatan payudara

Ø  Perawatan vulva


f.       Pola seksual

3x/hari
Nasi, lauk-pauk, sayur
1 piring

4-5 gelas/hari
Air putih



1-2x/hari
Kuning tengguli
Khas
Lembek

2-3x/hari
Kuning jernih
Khas



6-7 jam
2-3 jam

klien dapat melakukan aktivitas sesuai peran dan fungsinya


2x/hari
2x/hari
3x/minggu
pada saat mandi

pada saat mandi


tidak ada gangguan

Belum boleh makan karena terpasang infus dan belum flatus
Belum boleh minum karena terpasang infus


Klien belum BAB




BAK terpasang kateter




5-6 jam
2 jam

aktivitas terbatas karena merasa nyeri di daerah fulfa dan perinium.

Belum pernah
1x/hari
Belum pernah
Dilakukan oleh perawat
Dilakukan oleh perawat

Belum pernah

3.        Pemeriksaan Fisik
a.         Keadaan Umum          : Baik
Kesadaran                   : Compos Metis
TTV     : TD                 : 120/80 mmHg
N                   : 78x/menit
R                    : 20x/menit
S                    : 36 C
Kenaikan berat badan selama hamil 15 kg
           
b.         Sistem Cardiovaskuler
Tidak ada peningkatan vena jugolaris, bunyi jantung murni reguler
Heart rate : 84x/menit
c.         Sistem Pernapasan
Lubang hidung simetris dan bersih, mukosa hidung merah mudah, tidak terdapat cuping hidung, tidak ada nyeri tekan pada sinus frontalis dan sinus maksilaris, test penciuman dapat membedakan bau minyak kayu putih dan kopi, trakhea posisi di tengah.
Bentuk dada simetris, tidak ada  penggunaan otot-otot pernapasan tambahan, tidak ada nyeri tekan pada dada, ekspansi paru sama kanan dan kiri, frekuensi respirasi : Paru rensonan, whezing (-), ronchi (-).
d.        Sistem Pencernaan
Bentuk bibir simetris, mukosa mulut kering, tidak ada stomatitis, gigi tampak kuning, tidak ada caries. Jumlah gigi 32 buah, vulva terletak di tengah. Tidak ada nyeri menekan, bising usus 10x cm, anus tidak ada haemoroid dan lesi.
e.         Sistem Perkemihan
Warna urine kuning jernih, terpasang kateter, tidak terdapat nyeri tekan pada ginjal  saat palpasi kandung kemih teraba kosong.
f.          Sistem Reproduksi
Payudara bentuk simetris kanan dan kiri, puting susu menonjol tidak ada benjolan atau masa terdapat nyeri tekan pada vagina dan keluar darah per vagina.
g.         Sistem Muskuloskeletal
1)        Ekstremitas atas
Bentuk simetris kanan dan kiri, jumlah laring lengkap, tidak teraba oedema, dapat melakukan gerakan flexi, adduksi, abduksi, rotasi, dapat menahan tekanan yang diberikan reflek bisep (+).


2)        Ektremitas bawah
Bentuk simetris kanan dan kiri, jumlah laring lengkap, kedua kaki dapat melakukan gerakan flexi, ekstensi, adduksi, abduksi, rotasi dapat menahan serea melawan tekanan yang diberikan. Pada kaki tidak nampak varises, tidak terdapat nyeri tekan, reflek pacela (+), reflek achiles (+) reflek babinsky (+), tidak terdapat oedema (-).
h.         Gerakan Integumen
Wajah klien terdapat adasma gravidarum, terdapat linea nigra pada abdomen terdapat hiperpigmentasi pada aerola mamai

4.        Aspek-aspek Psikososial dan Spiritual
a.         Klien mengatakan bahwa dia khawatir bila terjadi perdarahan yang lebih banyak.
b.         Konsep diri
1)        Body image
Klien mempunyai persepsi bahwa tidak ada bagian tubuhnya yang tidak disukasi.
2)        Peran
Peran klien sebagai ibu klien terwujud dan klien menunggu kelahiran anaknya untuk menjadi ibu dan juga sebagai ibu rumah tangga.
3)        Ideal diri
Klien mengatakan di dapat menerima dengan keadaan saat ini
4)        Identitas diri
Sebagai seorang perempuan klien sangat senang karena klien hamil dan menunggu untuk melahirkan bayinya.
5)        Harga diri
Klien menyatakan bahwa dirinya tidak malu pada saat diperiksa oleh perawat.


c.         Pola komunikasi
Klien dapat kooperatif dengan perawat dan berkomunikasi dengan baik.
d.        Pola spiritual
Klien beragama Islam dan selama sakit klien selalu berdoa untuk kesembuhannya dan kesehatan bayinya di dalam kandungan.

5.        Therapy dan perawatan
a.         Infus Dextrose            : 5% dengan 20 gtt/menit
b.         Amoxicylin      : 3x dosis 1 gr intra vena
Perawatan luka :
-          Bethadine
-          NaCl + Garamycin


ANALISA DATA

NO
DATA KLIEN
KEMUNGKINAN PENYEBAB
MASALAH
1
2
3
4
1.
DS :
Ø  Klien mengeluh nyeri pada daerah luka operasi SC diperut
Ø  Klien mengatakan nyeri seperti diirs-iris.
Ø  Klien mengatakan nyeri bertambah saat beraktivitas

Ds :
Ø  Ekspresi wajah klien menringis
Ø  Skala nyeri 3 (nyeri sedang)
Ø  TTV
TD : 120/80
N   : 78x/menit
R   : 20x/menit
S    : 360C
Ø  Klien post SC hari pertama



Terdapat luka operasi seksio sesarea pada bagian abdomen
ê
Terputusnya inkontinuitas jaringan
ê
Merangsang pengeluaran hormon bradikinin, histamin, dan serotinin
ê
Diteruskan oleh medula spinalis ke otak
ê
Merangsang nyeri cortek cerebri
ê
Gangguan rasa nyaman
Gangguan rasa nyaman nyeri
2.
DS :
Ø  Klien mengeluh air colostrum belum keluar
Ø  Klien mengatakan tidak tahu cara merawat payudara yang benar.

DO :
Ø  Payudara tampak bengkak
Ibu tidak tahu cara perawatan payudara
ê
Ibu tidak melakukan perawatan payudara, payudara kotor, pengeluaran ASI terhambat
ê
Terjadi pembendungan pada payudara
ê
ASI tidak keluar dengan lancar
ê


Proses laktasi tidak adekuat
3.
Do :
Ø  Klien mengatakan nyeri bertambah bila melakukan aktivitas

Ds :
Ø  Terdapat luka operasi post SC, sepanjang 20 cm
Ø  Ekspresi wajah klien tampak meringis.
Ø  Klien terpasang infus dan kateter
Ø  Klien bedrest

Ibu post operasi SC
ê
Terpasang infus dan kateter
ê
Pergerakan klien terbatas
ê
Aktivitas klien menurun
ê
Gangguan intoleransi aktivitas
Gangguan intoleransi aktivitas
6.        Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah
a.         Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputuasnya jaringan akibat operasi seksio sesarea.
b.         Proses laktasi tidak adekuat berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan payudara.
c.         Intoleransi aktifitas berhubungan dengan mobilisasi fisik.



RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama   : Ny.I                                                                                                                                                               No. Reg : 041009-0002
Umur   : 34 Tahun

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONALISASI
1
2
3
4
5
1
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputuasnya jaringan akibat operasi seksio sesarea ditandai dengan :
DS :
Ø  Klien mengeluh nyeri pada daerah luka operasi SC diperut
Ø  Klien mengatakan nyeri seperti diirs-iris.
Ø  Klien mengatakan nyeri bertambah saat beraktivitas

Ds :
Ø  Ekspresi wajah klien menringis
Ø  TTV
TD : 120/80
N   : 78x/menit
R   : 20x/menit
S    : 360C

Gangguan rasa nyaman nyeri terpenuhi dengan kriteria :
Jangka Pendek
-     1x24 jam, wajah klien tidak tampak meringis
-     Nyeri berkurang
-     Skala nyeri klien berkurang dari skala 3 menjadi skala 2/1



Jangka panjang
-     4x24 jam, rasa nyaman nyeri teratasi dari skala 1 menjadi tidak nyeri, skala (0)
1.  Observasi TTV setiap 2 jam sekali.



2.  atur posisi klien sesuai dengan kenyamanan (1 bantal dipinggir pinggang).



3.  Ajarkan dan latih klien untuk melakukan distraksi.
1.  Mengobservasi tanda-tanda vital dapat mengetahui gambaran tentang keadaan umum klien dalam masa nifas
2.  Dengan mengatur posisi klien (bantal dipinggir pinggang dapat menahan peregangan pada luka operasi seksio sesarea.


3.  Dengan tekhnik distraksi dapat mengalihkan perhatian dari rasa nyeri.
2
Proses laktasi tidak adekuat berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan payudara ditandai dengan :
DS :
Ø  Klien mengeluh air colostrum belum keluar
Ø  Klien mengatakan tidak tahu cara merawat payudara yang benar.


DO :
Payudara tampak bengkak
Masalah teratasi dengan kriteria :
Jangka Pendek
Setelah dilakukan breast care selama 25 menit :
-     Klien dapat melakukan perawatan payudara.
-     Pembendungan ASI berkurang.


Jangka panjang
Setelah 2 hari perawatan
-     Pembendungan hilang
-     ASI keluar dengan lancar
1.  Lakukan breast care dengan melibatkan partisipasi klien
2.  Berikan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara.


1.  Theknik breast care dapat mengurangi pembendungan, partisipasi ibu dapat meningkatkan psikomotor
2.  Pendidikan kesehatan merupakan metode pembelajaran pada klien.
3
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan mobilisasi fisik ditandai dengan :
Do :
Ø  Klien mengatakan nyeri bertambah bila melakukan aktivitas

Ds :
Ø  Terdapat luka operasi post SC, sepanjang 20 cm
Ø  Ekspresi wajah klien tampak meringis.
Ø  Klien bedrest
Ø  Klien post ops SC hari pertama
Intoleransi aktivitas teratasi  dengan kriteria :
Jangka Pendek
-     Setelah 1 hari pertama klien tidak mengeluh nyeri
-     Ekspresio wajah tidak meringis

Jangka panjang
-     Setelah 3 hari pertama perawatan klien dapat melakukan aktivitas secara mandiri.
1.  Observasi TTV
2.  Mengatur posisi klien senyaman  mungkin (1 bantal dibawah lutut)


1.  Dengan mengobservasi TTV dapat mengethaui perubahan yang terjadi selama nifas.
2.  Dengan mengatur posisi 1 bantal dibawah lutut dapat terjadi keregangan pada uterus sehingga mengurangi rasa nyeri.


IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Nama   : Ny.I                                                               No. Reg : 041009-0002
Umur   : 34 Tahun

NO
IMPLEMENTASI
EVALUASI
PARAF
1.
Tanggal 11-10-2004 (jam 08.00)
Ø  Mengobservasi tanda-tanda vital hasil :
TD : 120/80
N   : 78x/menit
R   : 20x/menit
S    : 360C

Tanggal 11-10-2004 (jam 09.15)
Ø  Mengatur posisi klien menjadi mirirng kanan dan kiri dengan menggunakan penahanan 1 bantal dipiggir pinggang.

Tanggal 11-10-2004 (jam 09.15)
Ø  Mengalihkan perhatian dari rasa nyeri.

Tanggal 11-10-2004
S : Ibu mengatakan nyeri di daerah perut.
O : Skala nyeri 3 (sedang), wajah klien meringis menahan sakit.
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

2.
Tanggal 12-10-2004 (jam 10.00)
Ø  Mengevaluasi pengetahuan klien tentang perawatan payudara.
Ø  Melakukan breast care.

Tanggal 12-10-2004
S : Klien mengertian dan mencoba
O : Klien tampak lebih tenang
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan


3.
Tanggal 12-10-2004 (jam 12.00)
Ø  Mengobservasi TTV
Jam 01.00
Ø  Mengatur posisi klien menjadi semi fowler dengan menggunakan bantal

Tanggal 12-10-2004
S : Klien mengatakan nyeri saat beraktivitas.
O : Wajah klien tampak meringis saat miring kiri dan kanan
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi



 


CATATAN PERKEMBANGAN

Nama   : Ny.I                                                               No. Reg : 041009-0002
Umur   : 34 Tahun

NO
TGL/JAM
CATATAN PERKEMBANGAN
PARAF
1.
12-10-2004
jam 08.00

Tanggal 12-10-2004
S : Klien mengatakan tidak nyeri lagi di daerah perutnya.
O : Skala nyeri 0, wajah klien tidak tampak meringis.
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan


3.
13-10-2004
jam 09.00

Tanggal 13-10-2004
S : Klien mengatakan tidak merasa nyeri lagi saat beraktivitas.
O : Wajah klien tampak tenang dan tidak meringis menahan sakit lagi
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan



1 comment:

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!