PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Sunday, February 24, 2013

Konsep dan Perawatan Luka Kolostomi

Kapevi Hatake | 12:57 PM |

Kolostomi

A. Definisi
adalah Tindakan pembedahan untuk membuka kolon melalui dinding abdomendan dapat dilakukan pada salah satu segmen intestinal. Dengan kolostomi bagian kolon yang berpenyakit dipotong lalu dibuang dan bagian yang sehat dikeluarkan dari perut membentuk stoma.

B. Tipe stoma diberikan nama sesuai dengan bagian segmen yang dilakukan pembedahan :
1.     Loop colostomy
Lokasi di colon transversum, bersifat sementara, dilakukan pada kondisi darurat medis dengan membuat 2 lubang usus yang dihubungkan
2.     End ostomy
Terdiri dari satu hubungan dimana bagian usus berikutnya dibuang/ dijahit tetapi masih ada/ tetap dlm rongga abdomen. Dilakukan untuk klien dg terapi colorectal
3.     Double barrel colostomy
Terdapat 2 hubungan dibagian proximal dan distal. Bagian proximal untuk drain feses dan distal untdrain mucus

      Pembagian bentuk Feses sesuai tempatnya:
1.     Colon Asenden : Bentuk feses cair dan lebih untuk keluar
2.     Colon Tranversal : Bentuk feses lebih padat
3.     Colon Sigmoid : Bentuk feses mendekati bentuk feses normal  

C. Keadaan yang diperbolehkan pembedahan (kolostomi) dilakukan yaitu :
1.     Peradangan dibagian usus halus
2.     cacat/ kelainan bawaan
3.     kecel;akaan atau trauma yg mengenai bagian perut
4.     adanya sumbatan di anus
5.     Kanker
   
D. Stoma dasar ada 3 tipe yaitu :
1.     stoma pada colon à colostomy
2.     stoma pada ileum à ileustomy
3.     stoma pada saluran kemih à uretrostomy

E.  Pengkajian fisik abdomen :
    1.  Insfeksi
            Perawat menginsfeksi keempat kuadran abdomen untuk melihat warna, bentuk, dan kesimetrisan abdomen, melihat adanya massa, gelombang peristaltik, jaringan parut, pola pembuluh darah vena, stoma dan lesi.
             Dalam kondisi normal gelombang peristaltik tidak terlihat, tetapi bila terlihat menandakan adanya obstruksi usus. Distensi abdomen terlihat sebagai suatu tonjolan abdomen yang menyeluruh. Distensi abdomen terasa kencang, kulit tampak tegang seakan diregangkan.

      2.  Auskultasi
             Perawat mengauskultasi untuk mengkaji bising usus disetiap kuadran. Bising usus normal terjadi setiap 5 – 15 detik dan berlangsung selama ½ sampai beberapa detik.
             Perhatikan karakter dan frekwensi bising usus atau akan terdengar bunyi gemerincing jika terjadi distensi.
             Bila bising usus negatif atau hipoaktif (bising usus < 5 kali permenit) menandakan adanya ilius paralitik yang sering terjadi pada post pembedahan.
             Bila bising usus Nada tinggi atau hiperaktif ( > 35 kali permenit)  menandakan adanya obstruksi usus dan gangguan inflamasi.

      3.  Palpasi
             Untuk melihat adanya massa atau nyeri tekan. Anjurkan klien rileks untuk mencegah terjadinya ketegangan otot- otot abdomen yang dapat mengganggu hasil pengkajian.

      4.  Perkusi
             Untuk melihat adanya lesi, cairan atau gas didalam abdomen. Jika memungkinkan identifikasi struktur abdominal dibawah abdomen.
             Gas atau flatulan akan menghasilkan bunyi timpani. Massa, tumor atau cairan akan menghasilkan bunyi tumpul.

                                                       
F.  Tujuan perwatan kolostomi :
1.     Untuk memantau adanya komplikasi atau infeksi post operasi kolostomi.
2.   Untuk mempertahankan
3.   Untuk meningkatkan konsep diri.      

G. Diagnosa Keperawatan yang muncul :
1.     Gangguan citra tubuh b.d. Adanya stoma, takut ditolak, faktor psikososial.
2.     Konstipasi kolon b.d. Tidak adekuatnya intake cairan, penurunan gerakan, adanya penyakit, pengobatan, kebiasaan individu.
3.     Diare b.d. Intake nutrisi, pengobatan, adanya penyakit.
4.     Kerusakan integritas kulit b.d. iritasi kulit, penggantian kantong yang kurang tepat, inkontenensia atau diare.
5.     Defisit volume cairan b.d. pengeluaran dari ileus yang berupa cairan atau lendir, pengeluaran cairan (enema) yang berlebihan.
6.     Nyeri b.d. Adanya luka bekas pembedahan.
7.     Defisit pengetahuan b.d. Ketidak mampuan merawat ostomy, konstipasi.
     

H. Prosedur perawatan luka kolostomi
A.    Persiapan Alat :
1.     Kantong khusus kolostomi dengan skin barier
2.     Skin barrier yang dilengkapi skin gel atau skin prep
3.     Air hangat dalam basin ( bengkok )
4.     Kain yang lembut
5.     Selimut
6.     Kantong plastik untuk tempat sampah
7.     Bagian bawah / penutup kantong kolostomi.
8.     Sarung tangan yang bersih
9.     Pedoman pengukuran lingkaran stoma
10.   Deodoran ( pelengkap )
11.   Plaster kertas hipoalergenik
12.   Tissue
13.   Gunting

    Persiapan
A.    Periksa instruksi dokter dan rencana perawatan klien
B.     Tentukan bahan yang akan digunakan
C.     Kumpulkan peralatan
D.    Jelaskan prosedur tindakan kepada klien
E.     Jaga privaci klien
a.     Periksa nadi dan tekanan darah
b.     Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bersih
h.   Naikkan tempat tidur keposisi lebih tinggi, turunkan pengaman sisi bagian tempat bekerja.      

    Prosedur tindakan
1.     Tutup klien dengan selimut dan lipat bagian atas linen kebawah tempat tidur.
2.   Observasi stoma kolostomi    
Rasional : Untuk menentukan jumlah normal dan konsistensinya, karakteristik feses sesuai
           Dengan area kolostomi
3.     Kosongkan kantung kolostomi. Seharusnya kantong dikosongkan jika sudah terdapat 1/3 sampai 1/2 feses atau gas (flatus).
Rasional : Untuk mencegah kantong lepas karena terlalu berat.
4.    Lepaskan kantong kolostomi dengan menekan kulit selama menarik kantong dan buang kekantong plastik, tetapi tutup bagian akhir kantong.
5.    Ukur pengeluaran cairan
Rasional : Untuk mencegah terjadinya output cairan yang tidak terkontrol
6.     Bersihkan kulit klien dan stoma dengan hati- hati menggunakan air hangat dan kain yang lembut.
Rasional : Sabun dapat menyebabkan iritasi ( digunakan bila feses sulit dibersihkan ), Substansi minyak dapat mengganggu perlekatan kantung.
7.     Keringkan kulit dengan baik menggunakan kain yang lembut.
8.    Observasi kulit dan perubahan stoma yaitu : ukuran, kulit, tonjolan stoma, ulserasi, warna. Seharusnya stoma menunjukkan warna kemerahan.
Rasional : Kerusakan peristomal kemungkinan disebabkan perlekatan kantung yang tidak    tepat, melekatnya feses pada kulit, infeksi bakteri atau jamur, adanya reaksi alergi.
9.     Menyiapkan kantong kolostomi yang bersih
a.     Ukur stoma dengan pedoman pengukuran yang tersedia.
b.    Cocokkan dengan lubangnya.
c.    Potong kantung kolostomi dengan melebihkan 1/3 dari ukuran yang sebenarnya.
Rasional : Ukuran yang sempit dapat menyebabkan pelindungnya terbuka.
d.     Periksa dan pastikn lubang kantung kolostomi sesuai dengan lebar stoma.
10.   Oleskan pasta pelindung kulit pada daerah sekitar peristomal.
11. Dengan telunjuk yang basah sebarkan pasta kesekitarnya.
12. Pusatkan dan tempelkan kantong kolostomi baru diatas luka
Rasional : Lubang yang tertutup dapat mencegah kontaminasi dari feses
13.   Instruksikan klien untuk menggembungkan perut
Rasional : Untuk mencegah agar tidak terjadi kerutan saat kantong ditempelkan
14.   Tekan area perekatnya disekitar stoma sampai tertutup, jangan membiarkan perekatnya mengkerut.
Rasional : Agar tidak terjadi kebocoran
15.   Instruksikan klien untuk istirahat selama 3-5 menit untuk mebuat kantong menutup dg baik.
16. Tutup dan amankan bagian bawah kantong dengan menggunakan penutup kantong.
17. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
18. Atur posisi yang nyaman bagi klien
19. Turunkan tempat tidur dan pasang kembali pengaman sesi tempat tidur.
20. Bersihkan alat dan dokumentasikan setiap tindakan.


I. Hambatan & Masalah yg mungkin timbul :
1.     Bau
Bau yg timbul  pd waktu penggantian kantung (pouch) adalah hal yg biasa seperti dialami seseorang ketika BAB. Bila bau menetap ketika peralatan sedang dipakai, periksa terhadap adanya kebocoran disekitarnya. Bau dpt ditimbulkan oleh makanan yg dimakan, untuk menghindari bau, hindari makanan penyebab.
2.     Diare
Makanan tertentu dapat menyebabkan diare, oleh karena itu penyesuaian makanan perlu dilakukan agar diare tidak terjadi
3.     Konstipasi
Cara termudah untuk mengatasi konstipasi adalah dg memakan makanan extra yg mengandung banyak serat (buah, sayur) dan menambah intake cairan
4.     Iritasi (luka pada kulit)
Kemungkinan disebabkan oleh adanya kebocoran pada seal stoma, sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kulit



DAFTAR PUSTAKA


Potter and Perry (2006). Buku ajar Fundamental Keperawatan. (Edisi IV). Jakarta. EGC

Doenges Marilyn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk
            perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. (Edisi III).   Jakarta: EGC

No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!