PESAN SEGERA

Dengan 50rb dapatkan : 1 ASKEP atau, 2 SAP+2Leaflet, atau 2 Artikel, atau 3 Askep Persentation dan Terima Pesanan

Wednesday, February 13, 2013

Ca Cervics Vaccine (Human Pappiloma virus)

Kapevi Hatake | 2:05 AM |

VAKSIN HUMAN PAPILOMA VIRUS (CA CERVICS)


Disusun untuk memenuhi tugas biologi medik

   

STIKes DHARMA HUSADA BANDUNG
Jl Terusan Jakarta No. 71-75 Antapani Bandung
2013






VAKSIN HUMAN PAPILOMA VIRUS

Vaksin HPV adalah vaksin yang memberi kekebalan tubuh (antibody) terhadap virus Human Papilloma Virus yang menjadi penyebab dari sebagian besar kanker serviks ( kanker leher rahim ).
Vaksin HPV terdiri dari human papilloma virus yang dilemahkan sehingga tidak akan menginfeksi tubuh ketika vaksin diberikan. Kehadiran virus yang dilemahkan ke dalam tubuh membuat tubuh secara alami membuat antibodinya sehingga ketika suatu hari orang tersebut terinfeksi virus HPV dari luar maka didalam tubuhnya sudah ada antibodinya sehingga orang tersebut tidak terinfeksi oleh virus yang paling banyak menyebabkan kanker leher rahim.
Vaksin kanker serviks adalah vaksin yang dikembangkan untuk melindungi tubuh terhadap tipe human papillomavirus (HPV) tertentu, yaitu HPV tipe 6, 11, 16 dan 18.  HPV ditemukan dalam 100 persen penderita kanker serviks. HPV dapat juga ditemukan dalam jumlah tinggi dalam kanker penis, kanker vagina, kanker pukas, kanker kepal dan kanker leher.
Human Papiloma Virus (HPV) adalah yang terkait dengan kanker serviks. Sejak tahun 1976 telah dikenal HPV sebagai penyebab kanker serviks (HPV terdeteksi pada 97,7% kanker serviks). Karena itu HPV merupakan penyebab penting dalam perjalanan penyakit kanker serviks, utamanya kontak seksual. HPV tipe 16, dan 18 mendominasi tipe onkogenik (70%) sebagai tipe penyebab kanker serviks. Pada temuan selanjutnya, ternyata HPV diklasifikasikan dalam tiga klasifikasi, yaitu resiko tinggi, kemungkinan resiko tinggi dan resiko rendah.
Klasifikasi HPV Berdasarkan Genotipe
Resiko tinggi : 16, 18, 31,33,35,39,45,51,52,56,58,59
Kemungkinan resiko tinggi : 26,53,66,68,73,82
Resiko rendah: 6,11,40,42,43,44,54,61,70,72,81
Hingga kini lebih dari 100 genotipe yang telah dikenal, sebagiannya, terutama yang tergolong resiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks.
Faktor Predisposisi kanker serviks adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan inisiasi transformasi atipik serviks dan perkembangan displasia serviks. Berbagai faktor di nilai sebagai kofaktor (faktor yg mempermudah) terjadinya kanker serviks antara lain:
1.      Infeksi HPV berkaitan dengan 95% dari terjadinya kanker serviks
2.      Perempuan yang merokok mempunyai resiko dua kali lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada perempuan yang tidak merokok
3.      Perempuan dengan mitra seksual multipel
4.      Tingkat sosial ekonomi rendah mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita kanker serviks lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada tingkat sosial ekonomi menengah atau tinggi

Ada sekitar 100 tipe HPV, dari 100 tipe HPV sekitar 30 tipe diantaranya  yang berisiko menyebabkankanker servik. Adapun tipe HPV yang paling berisiko adalah HPV tipe 16, 18, 31, dan 45.  Sedangkan HPV tipe 33, 35, 39, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68 merupakan tipe HPV  berisiko sedang. Dan yang berisiko rendah adalah HPV tipe 6,11, 26, 42, 43, 44, 53, 54, 55, dan 56.
Cara penularan HPV adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi oleh HPV. Infeksi HPV ke dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga penderita tidak menyadarinya.  Sebagian besar infeksi  virus HPV akan sembuh dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kanker serviks. Sekitar 50% wanita yang aktif berhubungan seksual beresiko terinfeksi virus ini.
Vaksin HPV direkomendasikan diberikan pada remaja wanita usia 9 – 26 tahun dan remaja pria usia 13 – 21 tahun. Vaksin ini terbukti bekerja lebih efektif ketika diberikan pada usia muda, sebelum aktif secara seksual daripada mereka yang menerima vaksin HPV setelah dewasa. Karena bila seorang wanita telah terinfeksi oleh virus HPV maka vaksin tidak dapat bekerja dengan baik atau malah tidak bekerja sama sekali.
Saat  belum ada tes yang dapat mengetahui jenis virus yang pernah diderita oleh seorang wanita sebelumnya. Tes yang sekarang ada hanya dapat menentukan apakah seseorang sedang menderita infeksi HPV dan jenis HPV mana yang menyebabkan infeksi sekarang ini.
Menurut hasil penelitian vaksin HPV mampu memberikan perlindungan dengan baik selama 5 tahun. Wanita yang telah menerima vaksin HPV tetap harus melakukan papsmear secara berkala karena vaksin tidak memberikan perlindungan total terhadap kanker leher rahim.

Vaksin HPV ada 2 yitu :
·         Vaksin HPV Gardasil : dapat diberikan pada pria dan wanita, fungsinya untuk mencegah kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva pada wanita dan kutil genital pada pria dan wanita.
·         VaksinHPV  Cevarix : hanya diberikan pada wanita dan hanya untuk mencegah kanker serviks.

Pemberian vaksin ini dilakukan dalam 3 tahap :
Tahap 1 : pada saat vaksin diberikan
Tahap 2 : 1 – 2 bulan setelah vaksin pertama
Tahap tiga : 6 bulan setelah vaksin tahap 2

Vaksin HPV tidak boleh diberikan pada :
Orang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin HPV
Wanita yang sedang hamil
Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat

Efek samping dari pemberian vaksin HPV :
Reaksi local pada daerah yang disuntik, terasa sakit, merah dan bengkak
Demam ringan
Sakit kepala
Pingsan ( sangat jarang terjadi )
Sulit bernafas ( sangat jarang terjadi )

No comments:

Post a Comment

DUNIA KEPERAWATAN. Powered by Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Exit Jangan Lupa Klik Like & Follow Ya!!